Turn this role into an interview — a resume and cover letter built around what this employer wants.
Pengiklan Anonim membutuhkan Quality Manager untuk menjamin keamanan, mutu, dan kepatuhan produk Paletas Wey sebelum ekspor. Peran ini memimpin QC, mengelola dokumentasi mutu, dan memastikan setiap batch memenuhi standar internal serta persyaratan regulasi.
Tanggung jawab mencakup HACCP, CPPOB/GMP, serta pelaporan hasil uji mikrobiologi; bekerja secara independen dari produksi untuk menjaga integritas mutu.
Quality Manager bertanggung jawab memastikan setiap produk Paletas Wey yang meninggalkan pabrik aman, konsisten, dan sesuai dengan standar mutu internal serta persyaratan regulasi (CPPOB/GMP, HACCP, BPOM, halal/BPJPH, dan standar negara tujuan ekspor). Jabatan ini memegang wewenang tunggal atas keputusan karantina (hold) dan rilis batch (batch release), dan dijalankan secara independen dari fungsi produksi agar keputusan mutu tidak dipengaruhi target output maupun jadwal pengiriman.
Menyusun, memelihara, dan memperbarui rencana HACCP, CPPOB/GMP, dan SSOP untuk seluruh lini produksi.
Mengelola sistem dokumentasi mutu: SOP, formulir, spesifikasi bahan, dan catatan produksi.
Memimpin tim QC pada inspeksi bahan baku datang, pengendalian proses, dan pemeriksaan produk jadi.
Memverifikasi pemantauan CCP: pasteurisasi, deteksi benda asing, dan suhu pembekuan.
Mengelola program pengujian mikrobiologi produk dan swab lingkungan, termasuk Listeria monocytogenes untuk lini dairy.
Mengoperasikan dan memelihara sistem ATP (luminometer dan swab): verifikasi alat bulanan dengan kontrol positif/negatif, pengelolaan stok dan masa simpan swab, serta penetapan dan peninjauan batas RLU per jenis permukaan (Lampiran 5 SOP-PW-QA-01).
Memberikan keputusan rilis batch atau karantina berdasarkan bukti yang lengkap dan tercatat.
Memelihara registrasi MD BPOM, sertifikasi halal, dan perizinan terkait, termasuk pengingat perpanjangan 90 hari sebelum kedaluwarsa.
Memverifikasi seluruh klaim dan desain label sebelum cetak; memastikan klaim kandungan gizi hanya digunakan setelah uji laboratorium dan persetujuan tertulis BPOM.
Menyusun studi umur simpan (shelf-life study) sebagai dasar penetapan tanggal kedaluwarsa.
Menyiapkan dokumen mutu untuk pasar ekspor (mis. kesesuaian standar Australia) dan permintaan importir.
Memantau suhu cold storage, kendaraan distribusi, dan freezer di titik penjualan melalui laporan tim MD.
Menganalisis tren produk rusak, kristalisasi, dan indikasi thaw–refreeze; menetapkan tindakan perbaikan bersama Distribusi dan Sales.
Menangani keluhan konsumen: investigasi dengan sampel pertinggal, jawaban maksimal 3 hari kerja, dan CAPA atas penyebab.
Menilai dan menyetujui pemasok baru bersama Purchasing dan Financial Controller; menyusun spesifikasi bahan baku.
Melatih karyawan produksi mengenai higiene, CPPOB, dan SOP terkait; memelihara catatan kompetensi bersama HR.
Mengelola NCR dan CAPA sampai tuntas beserta verifikasi efektivitasnya.
Mendukung R&D pada pengembangan produk baru: uji stabilitas, verifikasi klaim, dan validasi proses sebelum produksi komersial.
Menghentikan lini produksi (stop-line) apabila terjadi penyimpangan CCP atau risiko keamanan pangan.
Menolak bahan baku atau kemasan yang tidak memenuhi spesifikasi.
Menetapkan status karantina (hold) atas batch mana pun.
Merilis atau menahan batch untuk pengiriman.
Menahan pencetakan kemasan yang klaimnya belum terverifikasi.
Keputusan yang memerlukan persetujuan Owner / Financial Controller: pemusnahan produk di atas ambang nilai yang ditetapkan, perubahan formula, dan penunjukan pemasok baru.
Pendidikan S1 Teknologi Pangan, Ilmu Pangan, Kimia, Mikrobiologi, atau bidang terkait.
Pengalaman minimal 5 tahun di fungsi QA/QC industri pangan, dengan minimal 2 tahun pada posisi supervisor atau manajerial.
Menguasai HACCP dan CPPOB/GMP secara praktik, bukan hanya teori; memiliki sertifikat HACCP.
Memahami proses registrasi dan pelaporan BPOM serta persyaratan sertifikasi halal.
Mampu membaca dan menafsirkan hasil uji mikrobiologi serta menyusun tindakan atas hasil OOS.
Memahami — atau bersedia dilatih untuk memahami — penggunaan alat ATP/luminometer sebagai verifikasi kebersihan, termasuk keterbatasannya: hasil ATP bukan uji mikrobiologi.
Mampu menyusun SOP dan formulir kerja dalam Bahasa Indonesia yang jelas dan dapat dijalankan operator.
Pengalaman pada produk beku, es krim, atau dairy, dan pemahaman manajemen rantai dingin.
Bahasa Inggris aktif untuk komunikasi dengan importir dan pemasok internasional.