A complete application in a minute
Tailored resume and cover letter, ready to send.
Lazuardi Global Compassionate School, Depok, mencari Manajer Facility Management untuk memimpin perencanaan strategis, pemeliharaan fasilitas, serta program kebersihan dan lingkungan sekolah yang aman dan berkelanjutan.
Posisi ini menuntut pengalaman di manajemen fasilitas sekolah minimal 5 tahun, dengan fokus pada keamanan, kepatuhan, efisiensi anggaran, dan pengembangan tim. Penugasan dilaksanakan secara onsite dengan jam kerja penuh.
Memimpin pengelolaan Facility Management secara strategis dan terintegrasi untuk memastikan seluruh lingkungan sekolah aman, bersih, sehat, nyaman, andal, berkelanjutan, serta selalu siap mendukung pembelajaran.
Menyusun strategi, rencana kerja tahunan, target, KPI, standar layanan, prioritas, serta anggaran Facility Management yang selaras dengan kebutuhan dan rencana strategis sekolah.
Menerjemahkan kebutuhan sekolah menjadi program Facility Management yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Menetapkan prioritas berdasarkan tingkat risiko, urgensi, dampak terhadap pembelajaran, keselamatan, kualitas pelayanan, keandalan aset, dan efisiensi.
Memimpin fungsi Maintenance, Pemeliharaan Lingkungan/Landscape, serta Cleaning/Office Support agar bekerja secara terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Memberikan rekomendasi strategis kepada manajemen terkait pengembangan fasilitas, peremajaan aset, kebutuhan investasi, pengendalian risiko, dan peningkatan kualitas layanan.
Memastikan gedung, utilitas, ruang belajar, ruang kerja, fasilitas umum, area bermain, serta fasilitas lainnya selalu berfungsi dengan baik dan siap digunakan.
Memastikan tersedianya jadwal pemeliharaan, sistem work order, standar waktu penyelesaian/SLA, daftar pekerjaan tertunda, serta mekanisme eskalasi yang jelas.
Memantau penyelesaian pekerjaan sampai tuntas dan memastikan setiap masalah memiliki PIC, target waktu, bukti penyelesaian, serta tindak lanjut.
Mengarahkan analisis akar masalah terhadap kerusakan atau gangguan berulang dan memastikan hasilnya diterjemahkan menjadi tindakan perbaikan maupun pencegahan.
Memastikan tersedianya contingency plan, critical spare parts, backup PIC, dan rencana keberlanjutan untuk fasilitas serta utilitas kritis.
Memastikan tersedianya asset register yang lengkap, akurat, dan selalu diperbarui.
Mengendalikan proses penilaian kondisi aset, riwayat pemeliharaan, tingkat kerusakan, usia manfaat, dan risiko operasional aset.
Menetapkan prioritas perbaikan, penggantian, atau pembaruan aset berdasarkan data, kebutuhan, dana, risiko, dan dampak terhadap kegiatan sekolah.
Menyusun rekomendasi repair, replace, atau renewal sebagai dasar perencanaan anggaran operasional dan belanja modal.
Memastikan aset, peralatan, material, bahan habis pakai, dan sumber daya sekolah digunakan serta dipelihara secara bertanggung jawab.
Memastikan risiko terhadap siswa, guru, karyawan, orang tua, vendor, dan pengunjung diidentifikasi serta ditindaklanjuti secara proaktif.
Memastikan izin, sertifikat, inspeksi teknis, dan kewajiban kepatuhan fasilitas dipantau melalui compliance calendar.
Mengarahkan kesiapsiagaan keadaan darurat, termasuk prosedur, jalur evakuasi, peralatan keselamatan, simulasi, koordinasi response, dan evaluasi setelah kejadian.
Memastikan setiap hazard, insiden, kecelakaan, dan kondisi tidak aman gedung dan lingkungan dilaporkan, dianalisis, ditindaklanjuti, serta tidak dinormalisasi.
Melakukan eskalasi kepada manajemen atas risiko yang berpotensi mengganggu keselamatan, keberlangsungan pembelajaran, reputasi, atau operasional sekolah.
Mengembangkan standar kerja, checklist, inspeksi, audit, dan tindak lanjut perbaikan untuk layanan Cleaning/Office Support.
Memastikan landscape, pepohonan, taman, area bermain, dan lingkungan luar sekolah aman, sehat, terawat, estetis, serta mendukung pembelajaran dan kesejahteraan warga sekolah.
Mengarahkan praktik pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, termasuk pengelolaan sampah, efisiensi energi dan air, ruang hijau, serta penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Memastikan kebutuhan fasilitas siswa, guru, karyawan, orang tua, kegiatan pembelajaran, dan acara sekolah dipenuhi secara tepat waktu dan sesuai standar.
Mengembangkan mekanisme permintaan layanan, pencatatan keluhan, tindak lanjut, penyelesaian, dan umpan balik pengguna.
Memastikan kesiapan fasilitas sebelum kegiatan berlangsung dan melakukan evaluasi setelah kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Menjaga keseimbangan antara pelayanan yang responsif dan penerapan prosedur, prioritas, keselamatan, serta penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab.
Memastikan penggunaan anggaran, material, peralatan, dan sumber daya operasional dilakukan secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengelola proses pemilihan, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi kinerja vendor atau penyedia jasa.
Memastikan kontrak layanan memiliki ruang lingkup pekerjaan, standar kualitas, SLA, tanggung jawab, dan indikator kinerja yang jelas.
Memverifikasi kualitas serta kesesuaian hasil pekerjaan vendor sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
Berkoordinasi dengan Finance dan Procurement dalam proses pengadaan, perbaikan, kontrak, pembayaran, dan evaluasi vendor.
Menetapkan pembagian peran, kewenangan, target, dan tanggung jawab yang jelas antara Manager, Kabag, Koordinator/PIC, dan anggota tim.
Mendelegasikan pelaksanaan serta monitoring operasional kepada Kabag dan PIC tanpa melepaskan tanggung jawab terhadap hasil akhir.
Melakukan coaching, feedback, evaluasi kinerja, pengakuan terhadap kinerja baik, serta tindakan korektif secara konsisten.
Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan menyusun program pengembangan melalui pelatihan teknis, K3, service training, on-the-job training, cross-training, dan sertifikasi.
Membangun second-line leadership, calon penerus, backup PIC, dan alih pengetahuan agar operasional tidak bergantung pada satu orang.
Mendorong tim menggunakan data, bukti, dan analisis akar masalah dalam pengambilan keputusan serta perbaikan pekerjaan.
Mengembangkan dan memastikan penggunaan SOP, instruksi kerja, standar teknis, checklist, RACI/PIC matrix, delegation matrix, dan jalur eskalasi.
Membangun sistem pengendalian Facility Management yang mencakup facility readiness, work order, SLA, preventive maintenance, asset lifecycle, kebersihan, landscape, keselamatan, kepatuhan, kesiapsiagaan darurat, dan permintaan layanan.
Memastikan seluruh data operasional akurat, dapat ditelusuri, diperbarui secara berkala, dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Memimpin weekly operational review dan monthly performance/KPI review untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas, backlog, SLA, preventive maintenance, risiko, anggaran, pelayanan, serta program perbaikan.
Menyusun laporan kinerja dan rekomendasi kepada manajemen secara berkala.
Melakukan evaluasi alur kerja untuk meningkatkan efisiensi, pengendalian, kecepatan pelayanan, dan keberlanjutan sistem.
Memastikan masalah berulang ditindaklanjuti melalui analisis akar masalah, corrective action, preventive action, atau perbaikan sistem.
Membangun koordinasi yang efektif dengan Unit Akademik dan non akademik vendor dan lain lainserta pihak terkait lainnya.
Menyepakati kebutuhan, prioritas, PIC, waktu penyelesaian, serta standar hasil dalam setiap pekerjaan lintas fungsi.
Menyampaikan risiko, kendala, kebutuhan sumber daya, dan status penyelesaian pekerjaan secara terbuka dan tepat waktu.
Memastikan Facility Management mendukung keberlangsungan pembelajaran dan operasional sekolah tanpa menciptakan ketergantungan atau hambatan antar unit.
Minimal S1 Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, Teknik Industri, Facility/Building Management, atau bidang lain yang relevan.
Sertifikasi atau pelatihan di bidang K3, Facility Management, Building Maintenance, Fire Safety, Emergency Response, Facility Audit, atau Project Management menjadi nilai tambah.
Memiliki pengalaman minimal 5 tahun di bidang Facility Management, Building Management, Engineering/Maintenance, Property Management, atau operasional fasilitas sejenis.
Memiliki pengalaman minimal 1 tahun dalam posisi Supervisor, Kepala Bagian, Assistant Manager, atau Manajer yang memimpin tim operasional.
Berpengalaman mengelola beberapa fungsi secara terintegrasi, seperti maintenance, utilitas, kebersihan, landscape, keselamatan, aset, vendor, dan dukungan operasional.
Berpengalaman memimpin melalui Supervisor, Kepala Bagian, Koordinator, atau PIC, bukan hanya menangani pekerjaan teknis secara langsung.
Berpengalaman menyusun atau mengembangkan SOP, preventive-maintenance schedule, work order, SLA, asset register, dashboard, serta sistem monitoring.
Memiliki pengalaman dalam penyusunan dan pengendalian anggaran, pengelolaan kontrak vendor, evaluasi kualitas layanan, serta koordinasi proyek fasilitas.
Diutamakan memiliki pengalaman membangun atau memperbaiki sistem Facility Management dan mengubah pola kerja reaktif menjadi preventif.
Pengalaman di lingkungan sekolah/kampus, rumah sakit, perhotelan, gedung komersial, kawasan terpadu, atau organisasi dengan standar keselamatan dan pelayanan tinggi menjadi nilai tambah.
Kualifikasi mana yang kamu miliki?
Berapa tahun pengalaman kerjamu di Industri K3?
Lazuardi Global Compassionate School merupakan institusi pendidikan yang menekankan pada pendekatan inklusif dan berfokus pada perkembangan karakter dan empati siswa. Dengan misi untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan emosional, sosial, dan intelektual, sekolah ini menyediakan berbagai layanan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus maupun anak-anak yang mengikuti kurikulum umum. Selain pendidikan akademik, Lazuardi juga menekankan pentingnya keterampilan sosial, terapi khusus, dan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan rasa welas asih dan kepedulian terhadap sesama.
Lazuardi Global Compassionate School merupakan institusi pendidikan yang menekankan pada pendekatan inklusif dan berfokus pada perkembangan karakter dan empati siswa. Dengan misi untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan emosional, sosial, dan intelektual, sekolah ini menyediakan berbagai layanan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus maupun anak-anak yang mengikuti kurikulum umum. Selain pendidikan akademik, Lazuardi juga menekankan pentingnya keterampilan sosial, terapi khusus, dan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan rasa welas asih dan kepedulian terhadap sesama.