Get a reply from this employer — a resume and cover letter tailored to exactly what they’re hiring for.
PT Centralwindu Sejati mencari profesional di bidang Public Relations dengan fokus Crisis Communication untuk memantau isu media dan mengelola respons perusahaan.
Peran ini melibatkan penyusunan holding statement, Q&A krisis, dan klarifikasi resmi, bekerja bersama tim Brand, Legal, dan Digital untuk menjaga satu pintu komunikasi.
Melakukan pemantauan (monitoring) secara proaktif terhadap media massa, media sosial, dan tren industri untuk mendeteksi potensi isu negatif, hoaks, atau black campaign secara dini.
Menganalisis tingkat potensi risiko terhadap reputasi brand dan menyusun rekomendasi langkah pemulihan/mitigasi awal.
Mengaktifkan dan menjalankan SOP Crisis Communication saat terjadi isu kritis atau krisis reputasi brand.
Menyusun key messaging, holding statement, Q&A krisis, dan klarifikasi resmi perusahaan dengan tanggap, terukur, dan presisi.
Bekerja sama dengan tim internal (Brand, Legal, Digital) untuk memastikan satu pintu komunikasi (one-voice strategy) saat menghadapi krisis.
Merancang strategi pencegahan (counter-narrative) dan penanganan atas upaya black campaign atau disinformasi yang merugikan brand.
Menjaga dan memulihkan sentimen positif brand pasca-krisis (post-crisis evaluation & recovery).
Membangun dan menjaga hubungan baik dengan jejaring media, jurnalis, fact-checker, dan komunitas relevan untuk kebutuhan penanganan isu cepat.
Mengelola tanggapan media atau publik terkait isu sensitif yang berdampak langsung pada brand.
Minimal S1 Ilmu Komunikasi, Public Relations, atau Jurnalistik.
Minimal 2–3 tahun di bidang Public Relations, khususnya memiliki rekam jejak dalam Crisis Communication, Reputation Management, atau PR Agency (Handling Issues/Crisis).
Memahami peta media nasional & digital (social listening tools & media monitoring).
Terampil dalam Crisis Communication Planning, pembuatan Holding Statement, dan Press Release klarifikasi.
Memahami penanganan isu black campaign, disinformasi, atau serangan reputasi digital.
Mampu membaca potensi bahaya dari suatu isu dengan cepat.
Responsif,Tetap tenang, objektif, dan tegas di situasi darurat/krisis.
Kemampuan menyusun narasi yang presisi, diplomatis, dan aman bagi brand.