Eine vollständige Bewerbung in einer Minute
Maßgeschneiderter Lebenslauf und Anschreiben – versandbereit.
RS Firdaus mencari Kepala Instalasi Gizi dengan fokus pada clinical nutrition, manajemen layanan makanan rumah sakit, dan kepemimpinan operasional. Tugas utama meliputi menjaga ketepatan diet pasien, kolaborasi dengan tim medis, serta penerapan SOP gizi.
Posisi ini memantau KPI, mengelola anggaran, evaluasi pemasok, dan mengembangkan dashboard untuk meningkatkan mutu layanan gizi sebagai bagian dari transformasi menjadi premium hospital.
Firdaus Hospital, didirikan pada tahun 2016, merupakan penyedia layanan kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat dan saat ini sedang menjalani transformasi menuju premium healthcare provider. Sejalan dengan transformasi tersebut, kami mencari Kepala Instalasi Gizi yang memiliki kompetensi kuat dalam clinical nutrition, hospital food service management, leadership, dan operational excellence untuk memimpin pengembangan layanan gizi yang aman, berkualitas, efisien, dan berorientasi pada patient experience.
Memastikan ketepatan diet pasien, therapeutic diet, food allergy management, dan kebutuhan khusus pasien.
Berkolaborasi dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya dalam penyusunan serta evaluasi intervensi gizi pasien.
Memastikan penerapan food safety, hygiene & sanitation, serta pengendalian risiko kontaminasi dalam seluruh proses penyelenggaraan makanan.
Menyusun, mengimplementasikan, dan mengevaluasi SOP, clinical pathway/protocol terkait layanan gizi, serta sistem kerja Instalasi Gizi.
Menyusun dan mengendalikan anggaran Instalasi Gizi, termasuk food cost dan operational cost.
Melakukan vendor evaluation dan memastikan kualitas, ketepatan spesifikasi, harga, serta kontinuitas supply bahan makanan.
Memonitor KPI Instalasi Gizi secara berkala.
Mengembangkan dashboard dan reporting untuk memonitor performance layanan gizi.
Melakukan analisis terhadap complaint, food waste, diet error, delivery timeliness, patient satisfaction, dan indikator mutu lainnya.
Mendorong continuous improvement dan inovasi layanan gizi untuk mendukung positioning Firdaus Hospital sebagai Premium Hospital.
Mengembangkan standar pelayanan makanan yang memperhatikan taste, presentation, nutritional value, hygiene, timeliness, dan patient experience.
Memiliki pengalaman minimal 4 tahun di Unit Gizi Rumah Sakit, dengan pengalaman sebagai supervisor minimal 2 tahun
Memiliki kemampuan dalam budgeting, cost control, inventory management, dan manpowerplanning.
Memiliki mindset untuk membangun dan mengembangkan layanan gizi menuju standar Premium Hospital.
BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Pernyataan mana di bawah ini yang paling mendeskripsikan hakmu bekerja di Indonesia?
Kualifikasi mana yang kamu miliki?
Berapa tahun pengalaman yang kamu miliki di bidang Manajemen Rumah Sakit?
Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk memberi tahu perusahaanmu saat ini?
23 tahun lalu, tahun 1995, dr. Bahtiar Husain memulai pelayanan praktek dokter umum di wilayah Sukapura, Jakarta Utara. Keinginan melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan warga setempat, dr. Bahtiar Husain mengajak rekan-rekan koleganya untuk menyelenggarakan praktek dokter bersama. Tanggal 7 April 1998 Klinik Firdaus didirikan, dengan komitmen pelayanan 24 jam.
Dalam perkembangannya, pasien terbanyak yang dilayani oleh Klinik FIRDAUS adalah penyakit paru. Minimnya fasilitas pelayanan kesehatan penyakit paru disekitar area klinik, maka dr. Bahtiar Husain berinisiatif melanjutkan pendidikan spesialis penyakit paru di fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan spesial paru, pada tahun 2004, dr. Bahtiar Husain berserta koleganya sepakat untuk merubah Klinik FIRDAUS menjadi “Praktek Dokter Spesialis Berkelompok”. Pelayanan penyakit paru yang diadakan menjadi andalan dan satu-satunya di wilayah Jakarta Utara.
Berlandaskan komitmen “Profesionalisme yang berjiwa pengabdian” dan semangat mendukung program “Indonesia Sehat” yang dicanangkan pemerintah, “launching” Rumah Sakit Paru FIRDAUS akhirnya dilaksanakan tanggal 28 Mei 2011. Pada Tahun 2016, Dinas Kesehatan propinsi DKI Jakarta menaikkan status menjadi Rumah Sakit Umum, diikuti dengan penetapan klasifikasi rumah sakit “Tipe C”. Pengakuan terhadap konsistensi kualitas pelayanan RSU Firdaus juga dikukuhkan oleh lembaga Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) setelah dinilai telah memenuhi standar akreditasi, sesuai sertifikat Nomor: KARS-SERT/395/V/2017, tertanggal 4 Mei 2017.
23 tahun lalu, tahun 1995, dr. Bahtiar Husain memulai pelayanan praktek dokter umum di wilayah Sukapura, Jakarta Utara. Keinginan melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan warga setempat, dr. Bahtiar Husain mengajak rekan-rekan koleganya untuk menyelenggarakan praktek dokter bersama. Tanggal 7 April 1998 Klinik Firdaus didirikan, dengan komitmen pelayanan 24 jam.
Dalam perkembangannya, pasien terbanyak yang dilayani oleh Klinik FIRDAUS adalah penyakit paru. Minimnya fasilitas pelayanan kesehatan penyakit paru disekitar area klinik, maka dr. Bahtiar Husain berinisiatif melanjutkan pendidikan spesialis penyakit paru di fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan spesial paru, pada tahun 2004, dr. Bahtiar Husain berserta koleganya sepakat untuk merubah Klinik FIRDAUS menjadi “Praktek Dokter Spesialis Berkelompok”. Pelayanan penyakit paru yang diadakan menjadi andalan dan satu-satunya di wilayah Jakarta Utara.
Berlandaskan komitmen “Profesionalisme yang berjiwa pengabdian” dan semangat mendukung program “Indonesia Sehat” yang dicanangkan pemerintah, “launching” Rumah Sakit Paru FIRDAUS akhirnya dilaksanakan tanggal 28 Mei 2011. Pada Tahun 2016, Dinas Kesehatan propinsi DKI Jakarta menaikkan status menjadi Rumah Sakit Umum, diikuti dengan penetapan klasifikasi rumah sakit “Tipe C”. Pengakuan terhadap konsistensi kualitas pelayanan RSU Firdaus juga dikukuhkan oleh lembaga Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) setelah dinilai telah memenuhi standar akreditasi, sesuai sertifikat Nomor: KARS-SERT/395/V/2017, tertanggal 4 Mei 2017.