Stand out for this role — generate a tailored resume and cover letter in about a minute.
Save the Children Indonesia mencari konsultan nasional untuk Program KREASI guna mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan dan anggaran berbasis bukti di tingkat daerah maupun nasional. Anda akan memimpin pengembangan metodologi, membimbing delapan konsultan kabupaten, serta menjamin kualitas keluaran dengan analisis Rapor Pendidikan dan regulasi terkait.
Posisi ini menuntut pengalaman minimum tujuh tahun di kebijakan pendidikan, kemampuan analisis yang kuat, serta kemampuan menjembatani
Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) merupakan program yang didukung oleh Global Partnership for Education (GPE) dan dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia bersama konsorsium mitra untuk meningkatkan kualitas pembelajaran literasi, numerasi, dan karakter melalui penguatan tata kelola pendidikan daerah. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan ekosistem pendidikan, serta advokasi kebijakan dan penganggaran yang didasarkan pada bukti (evidence-based policy and budgeting).
Dalam pendekatan KREASI, Rapor Pendidikan digunakan sebagai instrumen utama untuk mengidentifikasi capaian pendidikan, kesenjangan layanan, akar permasalahan, serta prioritas pembangunan pendidikan di tingkat daerah. Analisis tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang menghubungkan kebutuhan pembangunan pendidikan terutama terkait literasi dan numerasi dengan perencanaan, penganggaran, dan pencapaian target pendidikan di daerah.
Salah satu fokus advokasi Program KREASI adalah memperkuat dukungan pendanaan daerah dan sekolah bagi Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPB) bagi guru dan kepala sekolah. Meskipun berbagai kebijakan nasional telah memberikan landasan bagi peningkatan kompetensi pendidik, implementasinya di tingkat daerah masih menghadapi tantangan, antara lain belum optimalnya pendanaan yang memberikan dampak terhadap capaian literasi numerasi sebagai respon dari hasil Rapor Pendidikan di daerah. Tantangan saat ini yang dihadapi oleh pemerintah daerah terutama dalam mengejar ketertinggalan target pendidikan disebabkan oleh efesiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga pengurangan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) yang berdampak semakin sempit nya fiskal daerah dalam pendanaan terkait kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, KREASI mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan paling sedikit 3 - 5 persen dari alokasi program pendidikan dalam APBD melalui pendekatan budget tagging sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Program KREASI saat ini dilaksanakan di delapan kabupaten sasaran. Masing-masing kabupaten akan didampingi oleh konsultan daerah yang bertugas melakukan analisis kondisi pendidikan, kebijakan, kelembagaan, dan pembiayaan, serta menyusun rekomendasi kebijakan dan anggaran sesuai konteks daerah. Untuk memastikan seluruh proses menggunakan metodologi yang seragam, menghasilkan analisis yang berkualitas, dan menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan, Save the Children Indonesia membutuhkan seorang National Consultant yang akan bertindak sebagai penasihat teknis utama serta mengoptimalkan penyusunan rekomendasi yang disesuaikan dengan konteks daerah dan nasional.
Konsultan Nasional akan memimpin pengembangan metodologi, memberikan pendampingan teknis kepada delapan konsultan kabupaten, melakukan quality assurance terhadap seluruh keluaran, serta menyusun sintesis pembelajaran dan rekomendasi nasional yang dapat digunakan sebagai dasar dialog kebijakan dengan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Tujuan Penugasan
Tujuan penugasan ini adalah menyediakan dukungan teknis kepada Program KREASI dalam mengembangkan metodologi analisis, memastikan kualitas proses penyusunan rekomendasi kebijakan dan anggaran di delapan kabupaten, serta menghasilkan rekomendasi nasional yang mendukung penguatan Pengembangan Profesional Berkelanjutan Guru melalui pendekatan kebijakan dan penganggaran berbasis bukti.
Secara khusus, penugasan ini bertujuan untuk:
1. Mengembangkan metodologi dan perangkat analisis yang menjadi acuan seluruh konsultan kabupaten;
2. Memberikan pendampingan teknis dan melakukan quality assurance terhadap seluruh proses penyusunan rekomendasi kebijakan dan anggaran;
3. Memastikan rekomendasi yang dihasilkan konsisten dengan data Rapor Pendidikan, regulasi nasional, serta konteks pembangunan daerah;
4. Menyusun sintesis nasional yang merangkum pembelajaran, praktik baik, dan rekomendasi strategis untuk mendukung advokasi nasional Program KREASI.
Konsultan Nasional bertanggung jawab memimpin keseluruhan proses review teknis penyusunan rekomendasi kebijakan dan anggaran pada delapan kabupaten sasaran. Penugasan dilaksanakan melalui lima paket hasil kerja (deliverables) yang saling berkaitan.
Pada tahap awal, konsultan akan menyusun telaah terhadap dokumen program, kerangka advokasi KREASI, Rapor Pendidikan, regulasi nasional, serta dokumen perencanaan yang relevan. Berdasarkan hasil telaah tersebut, konsultan menyusun Inception Report yang memuat metodologi pelaksanaan, rencana kerja, strategi pendampingan, serta mekanisme koordinasi selama masa penugasan. Konsultan juga akan mengembangkan metodologi analisis yang digunakan secara seragam oleh seluruh konsultan kabupaten. Metodologi tersebut mencakup kerangka analisis kondisi pendidikan, analisis kebijakan, analisis pembiayaan, penyusunan rekomendasi, serta perangkat quality assurance yang akan digunakan selama proses pendampingan.
Konsultan akan memberikan orientasi dan pendampingan teknis kepada delapan konsultan dan staff mitra program KREASI di daerah agar mampu menerapkan metodologi yang telah disepakati secara konsisten. Pendampingan dilakukan melalui pertemuan online (coaching, diskusi, konsultasi) dan sesi pembahasan berkala selama proses analisis dan penyusunan rekomendasi berlangsung. Selain memperkuat kapasitas teknis konsultan serta staf mitra program di daerah, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesamaan pemahaman mengenai standar kualitas analisis, penggunaan instrumen, serta pendekatan penyusunan rekomendasi kebijakan dan anggaran.
Konsultan bertanggung jawab melakukan quality assurance (memastikan kualitas) terhadap seluruh keluaran yang dihasilkan oleh konsultan kabupaten sebelum dokumen dinyatakan final. Proses ini mencakup penelaahan kualitas analisis, konsistensi metodologi, relevansi rekomendasi, kesesuaian dengan regulasi, serta kelayakan implementasi dan pembiayaan. Setiap dokumen akan ditinjau secara bertahap melalui proses desk review, penyampaian masukan teknis, revisi oleh konsultan serta staff mitra di kabupaten, dan verifikasi akhir sebelum disampaikan kepada Tim KREASI. Proses review dan konsultasi akan dilakukan secara bertahap bersama mitra dan ini akan semakin memperkuat kapasitas mitra kedepannya dalam penyusunan rekomendasi yang strategis dan berbasis data.
4 – Pengembangan Rekomendasi Kebijakan dan Anggaran
Berdasarkan hasil analisis dan proses quality assurance, konsultan memfasilitasi penyempurnaan rekomendasi kebijakan dan anggaran pada masing-masing kabupaten. Rekomendasi harus menghubungkan temuan utama dari Rapor Pendidikan dengan kebijakan daerah, prioritas pembangunan, kebutuhan pembiayaan, serta strategi implementasi yang realistis.Rekomendasi yang disusun juga tetap memperhatikan konteks politik di daerah sehingga saat penyerahan rekomendasi yang dilakukan oleh mitra bisa mengelola atau meminimalkan potensi konflik (misal ketersinggungan pemda terkait hasil rekomendasi). Konsultan juga memberikan dukungan teknis dalam penyusunan rekomendasi budget tagging untuk mendukung Pengembangan Profesional Berkelanjutan Guru sesuai kapasitas fiskal masing-masing daerah.
5 – Sintesis Nasional dan Rekomendasi Kebijakan
Pada tahap akhir, konsultan menyusun sintesis nasional dari hasil temuan desk review yang merangkum pembelajaran lintas kabupaten, praktik baik, tantangan implementasi, serta rekomendasi strategis bagi Program KREASI. Konsultan juga mendukung Tim KREASI dalam penyusunan policy brief, executive summary, bahan presentasi, dan masukan teknis untuk dialog kebijakan dengan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan nasional.
Kualifikasi Konsultan
Save the Children Indonesia mencari seorang konsultan nasional yang memiliki pengalaman kuat dalam kebijakan pendidikan, tata kelola pemerintahan daerah, dan penganggaran publik. Konsultan diharapkan mampu memimpin proses analisis lintas daerah, memfasilitasi pendampingan teknis, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti dan dapat diimplementasikan.
Pengalaman bekerja dengan kementerian, pemerintah daerah, lembaga pembangunan internasional, atau organisasi masyarakat sipil di bidang pendidikan akan menjadi nilai tambah.
Save the Children - Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah organisasi independen yang memiliki visi dan strategi global untuk membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia dan diseluruh dunia. Dengan pengalaman sejak tahun 1976 di Indonesia, kami berada di garis depan dalam menciptakan perubahan yang berkesinambungan bagi anak-anak, untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan yang terbaik dalam memulai hidupnya dan memenuhi potensi mereka.
Save the Children - Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah organisasi independen yang memiliki visi dan strategi global untuk membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia dan diseluruh dunia. Dengan pengalaman sejak tahun 1976 di Indonesia, kami berada di garis depan dalam menciptakan perubahan yang berkesinambungan bagi anak-anak, untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan yang terbaik dalam memulai hidupnya dan memenuhi potensi mereka.