A complete application in a minute
Tailored resume and cover letter, ready to send.
Bentang Kalimantan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Kalbar untuk melaksanakan rehabilitasi lahan melalui program REDD+ dan pendampingan teknis lapangan.
3 orang tenaga pendamping dan pengawasan lapangan akan direkrut untuk mendukung pemetaan, sosialisasi, groundcheck lokasi, dan pelaporan keuangan. Pelamar perlu memiliki D3/S1 di bidang terkait, minimal 1 tahun pengalaman, mahir komputer dan drone, serta kemampuan komunikasi dengan kelompok tani dan instansi
Kalimantan Barat menghadapi tantangan besar dalam pembangunan sektor FOLU (Forestry and Other Land Use). Kalbar merupakan salah satu provinsi penghasil emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tertinggi dari sektor FOLU dengan tingkat emisi dasar (baseline) sebesar 23,4 juta tCO2eq, terdiri dari 22,1 juta tCO2eq dari deforestasi dan 1,26 juta tCO2eq dari degradasi hutan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemprov Kalbar sejak tahun 2012 telah berkomitmen dan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan emisi GRK sehingga berkontribusi ke Nationally Determined Contribution (NDC). Upaya-upaya tersebut diantaranya membangun dan memperkuat arsitektur REDD+ dengan menyusun Rencana Aksi Provinsi REDD+ (RAP REDD+) dan menargetkan 60% penurunan emisi GRK dari deforestasi dan degradasi hutan dari emisi BAU; menyusun Forest Reference Emission Level (FREL), membentuk Kelompok Kerja REDD+ (Pokja REDD+); melakukan pemantauan emisi GRK secara berkala; dan mendorong penguatan tata kelola REDD+ di sub-nasional. Pemprov Kalbar juga telah menyusun berbagai regulasi untuk mendukung pelaksanaan REDD+, serta mendorong peningkatan pengelolaan hutan lestari melalui berbagai program seperti perhutanan sosial, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum dan program-program lain yang relevan.
Upaya-upaya tersebut telah menghasilkan kemajuan signifikan. Mengacu pada hasil analisis Pokja REDD+, Kalbar telah menghasilkan kinerja positif penurunan emisi GRK dari deforestasi pada 2 periode pengukuran (2017-2018 dan 2019-2020) dari target 60% alokasi provinsi sebesar 8,8 juta tCO2eq dan 1 periode dari alokasi nasional (2019-2020) sebesar 7,50 tCO2eq.
Untuk mendukung penguatan dan perluasan aksi mitigasi yang berkontribusi langsung pada penurunan emisi GRK, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Bentang Kalimantan Tangguh (BKT) akan melaksanakan Rekruitmen Tenaga Pendamping dan Pengawasan Lapangan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyeleksi personil yang mampu menjalankan tugas dan fungsi dalam mendukung kegiatan rehabilitasi lahan melalui sumber pendanaan berasal dari Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 untuk Periode 2014-2016 sehingga dapat terlaksana dan berhasil.
Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari program berjudul “Penguatan dan Perluasan Dukungan Untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Provinsi Kalimantan Barat”. Sumber pendanaan berasal dari Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 untuk Periode 2014-2016 mengacu pada KepMenLHK No. SK.1398/Menlhk/Setjen/ KUM.1/2023 tentang Alokasi Pemanfaatan Dana Results-Based Payment (RBP) periode 2014–2016 dari Green Climate Fund (GCF). Pendanaan dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan ke Pemerintah Provinsi sebagai penerima manfaat melalui Lembaga Perantara (Lemtara).
Menjaring dan menyeleksi calon 3 Orang Tenaga Pendamping dan Pengawasan Lapangan kegiatan rehabilitasi lahan melalui sumber pendanaan yang berasal dari Program Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2.
Kantor Dinas LHK Prov. Kalbar dengan wilayah kerja dampingan :
Periode pendaftaran dilaksanakan hingga 18 Januari 2026
BKT merupakan organisasi yang mengembangkan dan mengoperasikan proyek berintegritas tinggi untuk mengatasi krisis iklim kompleks yang berkontribusi pada konservasi hutan hujan tropis dan mata pencaharian berkelanjutan di tingkat lokal. Filosofi kami sederhana: Perubahan kecil untuk dampak besar. Itu yang bisa kita sumbangkan. Kami percaya setiap perubahan kecil itu penting. Jadi, kami mengidentifikasi dan menerapkan tindakan nyata di tingkat lokal dengan bekerja sama dengan pembuat keputusan tertinggi kepada pengguna lokal untuk perubahan.