An application made for this job — a tailored resume and cover letter that speak straight to the posting.
PT BTPN SYARIAH Tbk. membuka peluang bagi kandidat yang berpengalaman memimpin tim gadai emas untuk mengembangkan bisnis syariah bank. Peran ini mengarahkan Gold Officer dan Sales Officer, serta memastikan kepatuhan pada prinsip syariah dan kebijakan perusahaan.
Posisi ini menilai kemampuan strategi, pemantauan target, dan kemampuan membangun portofolio berkualitas. Kandidat akan melaporkan kemajuan secara berkala dan bekerja di lingkungan yang berkomitmen pada Do Good Do Well.
Memiliki pengalaman minimal 2 tahun dalam memimpin dan mengawasi tim di bidang gadai emas/appraisal emas.
Memiliki SIM C yang masih berlaku.
Menyusun strategi dan mengembangkan bisnis gadai emas syariah.
Menetapkan dan memonitor pencapaian target bisnis serta kualitas portofolio.
Memimpin dan mengarahkan Gold Officer dan Sales Officer.
Memastikan seluruh aktivitas bisnis sesuai prinsip syariah dan kebijakan perusahaan.
Kualifikasi mana yang kamu miliki?
Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk memberi tahu perusahaanmu saat ini?
Apakah kamu memiliki atau dapat mengakses kendaraan pribadi?
BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut 'unbankable'. Melayani segmen tersebut sejak 2010 adalah tantangan sekaligus peluang. Karenanya, BTPN Syariah senantiasa membangun produk dan layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.
Dengan hanya memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang melayani langsung ke sentra sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Pola jemput bola ini bertujuan untuk mengajarkan 4 perilaku unggul nasabah yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang dilakukan oleh karyawan yang sebagian besar adalah lulusan SMA yang telah dilatih dengan tepat, sebagai Community Officer Bank.
Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nasabah pendanaan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,70 juta nasabah aktif (total penerima pembiayaan sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5,2 juta).
Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, diantaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak untuk peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera. Metode dan alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, serta mudah dalam pengimplementasiannya yaitu PPI (Poverty Probability Index) dari IPA (Inovative for Poverty Action).
Keyakinan untuk 'Do Good Do Well' (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.
BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut 'unbankable'. Melayani segmen tersebut sejak 2010 adalah tantangan sekaligus peluang. Karenanya, BTPN Syariah senantiasa membangun produk dan layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.
Dengan hanya memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang melayani langsung ke sentra sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Pola jemput bola ini bertujuan untuk mengajarkan 4 perilaku unggul nasabah yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang dilakukan oleh karyawan yang sebagian besar adalah lulusan SMA yang telah dilatih dengan tepat, sebagai Community Officer Bank.
Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nasabah pendanaan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,70 juta nasabah aktif (total penerima pembiayaan sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5,2 juta).
Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, diantaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak untuk peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera. Metode dan alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, serta mudah dalam pengimplementasiannya yaitu PPI (Poverty Probability Index) dari IPA (Inovative for Poverty Action).
Keyakinan untuk 'Do Good Do Well' (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.