Get more replies from employers
Send a job-specific resume in minutes.
PT. GDC Multi Sarana mencari Backend Developer level Menengah untuk merancang, mengembangkan, dan memelihara layanan backend yang scalable. Posisi ini fokus pada pembuatan RESTful API, integrasi dengan sistem internal maupun pihak ketiga, serta kolaborasi lintas tim untuk pemenuhan kebutuhan bisnis.
Anda akan bekerja dengan Go, Node.js, PostgreSQL/MySQL, dan ekosistem Docker/Kubernetes, dengan fokus pada performa, dokumentasi, serta maintenance aplikasi ber-infrastruktur tinggi.
Backend Developer (Mid-Level) bertanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, dan memelihara aplikasi backend yang scalable dan reliable. Posisi ini akan berfokus pada pengembangan RESTful API, integrasi dengan sistem internal maupun third-party, serta berkolaborasi dengan berbagai tim untuk memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi.
Merancang, mengembangkan, dan memelihara aplikasi backend yang scalable dan reliable.
Mengembangkan RESTful API dan melakukan integrasi dengan sistem internal maupun third-party services.
Berkolaborasi dengan tim frontend, QA, DevOps, dan product team untuk memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi.
Melakukan optimasi performa aplikasi dan database.
Membuat dokumentasi teknis terkait API dan sistem yang dikembangkan.
Memastikan kualitas kode sesuai dengan standar perusahaan.
Mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki bug atau issue pada sistem.
Berpartisipasi dalam proses deployment, monitoring, dan maintenance aplikasi.
Minimal 3 tahun pengalaman sebagai Backend Developer.
Menguasai Go (Golang) untuk pengembangan backend services.
Berpengalaman dalam integrasi sistem dan third-party API.
Menguasai database relasional seperti PostgreSQL atau MySQL.
Terbiasa menggunakan Git dan Git Flow dalam pengembangan aplikasi.
Pengalaman menggunakan Kafka, RabbitMQ, atau message broker lainnya.
Memiliki pengalaman menggunakan Node.js dalam pengembangan aplikasi backend.
Pengalaman membangun sistem high-traffic atau high-availability.
Memiliki pengalaman menggunakan Docker, Kubernetes, atau cloud platform.