Get more replies from employers
Send a job-specific resume in minutes.
Jayacm di Jakarta Pusat mencari Engineer Penjadwalan Proyek dengan fokus pada perencanaan waktu konstruksi. Anda akan membuat schedule detail untuk tiap paket pekerjaan, mengelola dependencies, dan menerapkan CPM untuk menentukan jalur kritis.
Posisi ini menuntut pengalaman minimal 5 tahun sebagai Engineer atau 3 tahun sebagai FC/SM, usia maksimal 40 tahun, serta kemampuan mengelola look-ahead 2–4 minggu, analisis deviasi, dan laporan kemajuan mingguan/bulanan untuk manajemen.
Pendidikan : S1 Teknik Sipil (Struktur).
Pengalaman Kerja Sesuai Keahlian: 5 tahun sebagai Engineer atau 3 tahun sebagai FC/SM dengan maksimum usia 40 tahun
Sertifikasi Keahlian: SKK (jika ada)
Keterampilan: Ms Office, Software Keteknikan Terkait, Ms Project, Primavera
Memiliki integritas, sikap bertanggung jawab, motivasi & komitmen yang tinggi, dapat bekerja dalam tim, serta kemampuan berkomunikasi yang baik.
Membuat detailed schedule untuk setiap paket pekerjaan, termasuk hubungan ketergantungan antar aktivitas (dependencies) serta jalur kritis (Critical Path Method/CPM).
Menyusun variance analysis (analisis deviasi) atas keterlambatan dan memberikan rekomendasi mitigasi/percepatan.
Mengelola look-ahead schedule (2–4 minggu ke depan) untuk mendukung pelaksanaan konstruksi.
Menyusun laporan kemajuan mingguan dan bulanan terkait status jadwal, keterlambatan, serta proyeksi penyelesaian (forecast completion date).
Menghasilkan analisis grafik seperti S-Curve,) untuk memantau kinerja waktu.
Memberikan masukan kepada Team Leader terkait potensi risiko keterlambatan dan langkah mitigasinya.
Bekerja sama dengan Quantity Surveyor (QS) untuk mengintegrasikan jadwal dengan aspek biaya (time–cost integration).
Berkoordinasi dengan MEP Engineer, QA/QC, dan HSE agar jadwal konstruksi sejalan dengan kebutuhan teknis, mutu, dan keselamatan kerja.
Memberikan informasi penjadwalan kepada kontraktor dan konsultan desain untuk sinkronisasi rencana kerja.
Mendukung Team Leader dalam penyusunan laporan manajemen proyek kepada SCS/PMO.
Mengidentifikasi potensi risiko yang berdampak pada keterlambatan proyek.
Menganalisis klaim keterlambatan dari kontraktor dan memberikan rekomendasi teknis terkait Extension of Time (EOT).
Mengevaluasi dampak perubahan desain, instruksi lapangan, maupun variasi pekerjaan terhadap jadwal.
Memelihara database jadwal proyek menggunakan perangkat lunak manajemen proyek (misalnya Primavera P6 atau MS Project).
Menyimpan catatan seluruh perubahan jadwal dan persetujuan yang terkait.
Menyusun schedule reports dan dashboard yang ringkas dan mudah dipahami oleh manajemen.